Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Phlebitis Pasca Pemasangan Infus di Ruang Rawat Inap RSUD Sunan Kalijaga Demak

Noor Faidah, Linailil Izzah

Abstract


Pemasangan infus dilakukan agar penanganan masalah terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit lebih efektif dan efi sien. Namun pada pemasangan infus ini, juga ada resiko komplikasi yang sering timbul salah satunya adalah phlebitis. Phlebitis dikarakteristikan dengan adanya daerah yang merah dan hangat disekitar pemasangan intravena, nyeri dan pembengkakan, disebabkan oleh iritasi mekanik, kimia dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian phlebitis pasca pemasangan infus di ruang rawat inap RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan kohort deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 38 responden di ruang rawat inap RSUD Sunan Kalijaga Demak dengan menggunakan teknik acsidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemasangan infus dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,040, lama pemasangan dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,021, tempat penusukan dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,020, osmolaritas dengan kejadian phlebitis diperoleh nilai p value 0,035. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor prosedur pemasangan infus, lama pemasangan, tempat penusukan, dan osmolaritas dengan kejadian dekubitus. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan faktor prosedur pemasangan infus, lama pemasangan, tempat penusukan, dan osmolaritas dengan kejadian phelbitis pasca pemasangan infus di ruang rawat inap RSUD Sunan Kalijaga Demak. Disarankan pada perawat untuk dapat melakukan meminimalisir kejadian phlebitis dengan cara melakukan pemasangan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), mengganti infus kurang dari 72 jam, memilih tempat penusukan yang benar.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.