DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI MR PADA BAYI
(1) Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada
(2) Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada
(3) Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada
(*) Corresponding Author
Abstract
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan salah satu dampak yang dapat muncul setelah pemberian vaksin, termasuk imunisasi Measles-Rubella (MR). Meskipun sebagian besar KIPI bersifat ringan, kejadian ini sering menimbulkan kekhawatiran pada orang tua dan dapat mempengaruhi keberhasilan program imunisasi. Faktor-faktor yang bersifat modifiable seperti pengetahuan orang tua dan akses layanan kesehatan perlu dikaji untuk mendukung upaya pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia bayi, kondisi kesehatan bayi, pengetahuan orang tua, dan akses layanan kesehatan dengan kejadian KIPI pasca imunisasi MR pada bayi di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi rekam medis terhadap orang tua bayi usia 9 bulan yang telah menerima imunisasi MR. Jumlah sampel sebanyak 332 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ordinal untuk mengetahui hubungan antar variabel, dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar KIPI yang terjadi bersifat ringan, seperti demam dan reaksi lokal. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dan akses layanan kesehatan dengan kejadian KIPI (p < 0,05). Sementara itu, usia bayi dan kondisi kesehatan bayi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Faktor pengetahuan orang tua dan akses layanan kesehatan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kejadian KIPI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua dan akses layanan kesehatan merupakan faktor dominan yang berhubungan signifikan dengan kejadian KIPI pasca imunisasi MR, sedangkan faktor usia dan kondisi kesehatan bayi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Sebagian besar kejadian KIPI yang ditemukan bersifat ringan (seperti demam dan nyeri lokal), sehingga peningkatan edukasi orang tua dan optimalisasi akses layanan menjadi langkah krusial untuk mendukung keberhasilan program imunisasi.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
References
World Health Organization. Vaccines and immunization: Overview. Geneva: World Health Organization; 2023.
World Health Organization. Measles vaccination coverage report 2023. Geneva: World Health Organization; 2024.
Sumala N, Utami P, Rahayu S. Kebijakan program Asta Cipta dalam akselerasi target Indonesia Emas 2045 di sektor kesehatan anak. Jurnal Kebijakan Kesehatan Nasional. 2024;12(1):45-53.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis surveilans campak-rubella di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.
World Health Organization, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Strategi nasional perluasan cakupan imunisasi Measles-Rubella (MR) melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan tata laksana kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Profil kesehatan Kota Denpasar tahun 2023. Denpasar: Dinas Kesehatan Kota Denpasar; 2024.
Putri AR, Rahmawati L. Pengaruh aksesibilitas geografis fasilitas kesehatan terhadap retensi kunjungan imunisasi dasar di puskesmas urban. Jurnal Edukasi Keperawatan. 2023;9(2):112-120.
Sari DE, Wahyuni S, Lestari KP. Analisis respons fisiologis minor pasca vaksinasi measles-rubella pada kelompok bayi usia sembilan bulan. Jurnal Keperawatan Anak. 2024;15(3):201-209.
Hidayat T, Wijaya A. Manajemen risiko klinis non-serius kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) pada pelayanan kesehatan primer. Jurnal Kedokteran Komunitas. 2025;13(1):34-42.
Haryadi B, Pratama M, Kusuma H. Faktor biologis dan klinis penentu manifestasi KIPI: Studi pustaka komparatif. Jurnal Imunologi Klinis. 2022;8(2):77-85.
Nugraha IS, Sudiarta IW. Pengaruh tingkat pengetahuan ibu terhadap kepatuhan pelaksanaan program kesehatan preventif anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. 2024;12(1):55-67.
Ariwati NL, Supartha GD, Windiani IG. Strategi edukasi berkelanjutan dalam mengatasi keraguan vaksinasi (vaccine hesitancy) orang tua di perkotaan. Jurnal Keperawatan Klinis. 2023;11(4):310-318.
Salimi F, Handayani S, Wijayanto B. Hubungan tingkat keterjangkauan digital dan geografis puskesmas dengan sensitivitas pelaporan KIPI. Jurnal Administrasi Kesehatan. 2025;14(2):142-150.
Rohmin S. Optimalisasi pemantauan aktif pasca imunisasi melalui penguatan sistem informasi kesehatan puskesmas. Jurnal Manajemen Kesehatan. 2025;11(1):89-97.
Nugraha IS. Efektivitas edukasi kesehatan terstruktur terhadap pemanfaatan layanan posyandu dan pelaporan efek samping imunisasi. Jurnal Promosi Kesehatan. 2025;13(3):215-224.
Nugraha IS, Sudiarta IW, Artika IM. Hubungan tingkat pengetahuan ibu dan keterjangkauan akses fasilitas kesehatan dengan keberhasilan program cakupan kesehatan anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM). 2026;6(2):180-192.
DOI: https://doi.org/10.31596/jkm.v14i2.3309
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Journal Indexed by:

Copyright of JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama. ISSN: 2338-6347 (Print) dan 2580-992X (Online).


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. View My Stats


