ANALISIS KANDUNGAN SERAT PANGAN DAN ZAT BESI PADA COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG SORGHUM SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF BAGI REMAJA PUTRI ANEMIA

Anggray Duvita Wahyani, Yuniarti Dewi Rahmawati

Abstract


Remaja putri termasuk salah satu kelompok yang rawan menderita malnutrisi dan anemia, yang dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh faktor gizi dan non gizi. Faktor gizi dapat disebabkan oleh ketidakcukupan asupan zat-zat gizi yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin, seperti energi, protein, zat besi, serat pangan dan asam folat. Oleh sebab itu, pemilihan makanan / camilan yang bergizi dan tinggi zat besi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Sorghum merupakan salah satu jenis serealia bebas gluten yang mengandung protein, serat pangan dan zat besi tinggi. Cookies merupakan jenis kue kering yang disukai oleh remaja sebagai camilan. Subtitusi tepung sorghum dalam pembuatan cookies diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi terutama zat besi. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimental dengan satu faktor, yaitu proporsi tepung terigu dibanding dengan tepung sorghum yang terdiri dari 5 formula, yaitu: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 = 20% : 80%. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil kandungan serat pangan dan zat besi diketahui dengan uji laboratorium, sedangkan analisis statistik dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf keyakinan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kandungan zat besi (Fe) dan serat pangan tertinggi adalah P5 (formula 5) yaitu kandungan serat pangan 5.01% dan zat besi (Fe) 2.40 mg. Hasil uji ANOVA diketahui p< 0.05 sehinngga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan zat besi dan serat pangan pada tiap perlakuan

Keywords


Anemia, Sorgum, Cookies, Zat Besi, Serat Pangan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 1016 times
PDF files downloaded : 206 times

References


Dieny F.F, dkk. (2019). Gizi Prakonsepsi. Jakarta : Bumi Merdeka.

Marmi. (2013). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, Badan Pusat Statistik, Kementerian Kesehatan. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia : Kesehatan Reproduksi Remaja.

Rupali AP, Sanjay SK. (2015). Anemia : Does It Have Effect on Menstruation?. Scholar Journal of Applied Medical Science ;3(IG): 514-517.

Suryani D, Hafiani R, Junita R. (2015). Analisis Pola Makan dan Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. Vol. 10 (1) : 11-18

Rosida, L., & Dwihesti, L. (2020). AKTIFITAS FISIK,STATUS GIZI DAN POLA MAKAN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA. JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama, 7(2), 92-103.

A, Kadir Abd. (2016). Kebiasaan Makan dan Gangguan Pola Makan Serta Pengaruhnya Terhadap Status Gizi Remaja. Jurnal Publikasi Pendidikan Volume VI No 1 Januari 2016.

BKPPP. (2012). Data Kandungan Gizi Bahan Pangan dan Hasil Olahannya.

Koeswara S. (2010). Manfaat serat makanan tidak larut. http://www.Ebookpangan.com [28 April 2010].

Chen J. (2017). Regulation of Protein Sinthesys by Heme Regulated eIF2? kinase : relevance to anemia. American Society of Hematology ; 109(7): 2693-2697.

Manley D. (2000). Technology of Biscuits, Crackers and Cookies. Third Edition. Woodhead Publishing Limited, England.

Kurniadi, Muhammad. (2013). Karakteristik Fisikokimia Tepung Biji Sorgum Terfermentasi Bakteri Asam Laktat Lactobacillus acidophilus. Jurnal Agritech. Vol. 33(3): 288-295.

Suarni. (2012). Potensi Sorgum sebagai Bahan Pangan Fungsional. IPTEK Tanaman Pangan. Vol.7 No.1

Rahayu, L.D. (2014). Pembuatan Cookies Bekatul Berserat Tinggi (Kajian Proporsi Tepung Bekatul (Rice Bran) : Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Dengan Penambahan margarine). Artikel. Jurnal REKAPANGAN, Vol.9, No.2.

Dahlan MS. (2001). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Edisi3. Jakarta: Salemba Medica.

Kementrian Kesehatan. (2019). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Syarfaiini, dkk. 2017. Analisis Kandungan Zat Gizi Biskuit Ubi Jalar Ungu sebagai Makanan Alternatif Perbaikan Gizi di Masyarakat. Jurnal Al-Sihah : Public Health Science Journal. Vol 9 No.2.

Suarni, Firmansyah I.U. (2016). Struktur, Komposisi Nutrisi dan Teknologi Pengolahan Sorgum. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII. 2004. Ketahanan pangan dan gizi di era otonomi daerah dan globalisasi. LIPI




DOI: https://doi.org/10.31596/jkm.v8i2.685

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

Google Scholar Garuda OneSearch PKP Index Crossref

Copyright of JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama. ISSN: 2338-6347 (Print) dan 2580-992X (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. View My Stats