PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MEMENUHI ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNADAKSA DI SLB KABUPATEN SUMEDANG

Diana Herawati(1*), Nunung Siti Sukaesih(2), Amanda Puspanditaning Sejati(3),

(1) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang
(2) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang
(3) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

(*) Corresponding Author

Abstract


Anak dengan disabilitas fisik (tunadaksa) menghadapi tantangan yang kompleks dalam menjalani aktivitas sehari-hari, pendidikan, serta adaptasi sosial. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman orang tua dalam mendampingi anak dengan disabilitas dalam kegiatan kehidupan sehari-hari (Activity Daily Living/ADL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menggambarkan pengalaman orang tua dalam memenuhi ADL anak tunadaksa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 3 orang tua anak dengan disabilitas fisik, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari sangat bergantung pada tingkat keparahan disabilitas dan dukungan keluarga. Anak dengan kemampuan motorik yang lebih baik menunjukkan tingkat kemandirian lebih tinggi dibandingkan anak dengan gangguan berat. Faktor lingkungan dan keterlibatan orang tua, terutama ibu, berperan besar dalam membentuk kemampuan adaptif, motivasi, dan kepercayaan diri anak. Selain itu, dukungan sosial dan spiritual terbukti memperkuat ketahanan emosional orang tua dalam menjalani proses pendampingan. Dari aspek pendidikan, ditemukan bahwa keterbatasan akses, minimnya tenaga pendidik terlatih, serta kurangnya fasilitas inklusif menjadi hambatan utama dalam perkembangan akademik anak disabilitas. Sementara itu, faktor ekonomi menjadi tantangan yang signifikan karena kebutuhan terapi, alat bantu, dan transportasi sering kali melebihi kemampuan keluarga. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan kemandirian anak tunadaksa merupakan hasil interaksi antara faktor internal (fisik, kognitif, dan emosional) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta kebijakan pendidikan). Pendekatan berbasis keluarga (family-centered care) dan kolaborasi antara pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan partisipasi sosial anak dengan disabilitas.

Keywords


Activity Daily Living (ADL); Anak Berkebutuhan Khusus; Anak Tunadaksa; Pengalaman Orang Tua

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 0 times
PDF files downloaded : 0 times

DOI: https://doi.org/10.31596/jcu.v15i2.2924

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Journal Indexed by:

Indonesian Publication Index (IPI) Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) Google Scholar Garuda Ristekdikti OneSearch PKP Index CrossRef

Copyright of Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. ISSN: 2252-8865 (Print) dan 2598-4217 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.

View My Stats