PERBANDINGAN IDEASI BUNUH DIRI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN

Sarah Sarah(1*), Reni Nuryani(2), Sri Wulan Lindasari(3),

(1) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang
(2) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang
(3) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang

(*) Corresponding Author

Abstract


Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis karena tuntutan akademik yang tinggi, tekanan selama praktik klinik, serta faktor sosial dan emosional yang kompleks. Tekanan tersebut dapat memicu munculnya masalah kesehatan mental, salah satunya ideasi bunuh diri. Ideasi bunuh diri menjadi perhatian serius karena merupakan fase awal dari perilaku bunuh diri yang termasuk masalah kesehatan global dan berdampak fatal apabila tidak ditangani sejak dini. Berbagai faktor dapat memengaruhi munculnya ideasi bunuh diri, salah satunya adalah lingkungan tempat tinggal. Mahasiswa yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih rentan mengalami stres, persaingan tinggi, serta isolasi sosial, sementara mahasiswa di wilayah perdesaan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ideasi bunuh diri pada mahasiswa keperawatan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 62 mahasiswa yang diambil melalui teknik disproportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Suicidal Ideation Scale, kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik non  parametrik Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (U = 346,5; p = 0,046) dengan mean rank mahasiswa perkotaan 35,82 lebih tinggi dibandingkan perdesaan 27,18 dengan ukuran efek 0,279 menunjukkan perbedaan berada dalam kategori sedang. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa latar wilayah tempat tinggal berkontribusi terhadap munculnya ideasi bunuh diri. Hasil penelitian ini mengharapkan bahwa  institusi pendidikan dapat meningkatkan program deteksi dini kesehatan mental yang dilakukan secara berkala dan dukungan kesehatan mental dengan menyediakan bimbingan konseling yang memperhatikan latar belakang wilayah tempat tinggal mahasiswa.


Keywords


ideasi bunuh diri; kesehatan mental; mahasiswa keperawatan; wilayah perkotaan; wilayah perdesaan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 0 times
PDF files downloaded : 0 times

DOI: https://doi.org/10.31596/jcu.v15i2.2926

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Journal Indexed by:

Indonesian Publication Index (IPI) Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) Google Scholar Garuda Ristekdikti OneSearch PKP Index CrossRef

Copyright of Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. ISSN: 2252-8865 (Print) dan 2598-4217 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.

View My Stats