HUBUNGAN DURASI PENERAPAN INTERMITTENT FASTING TERHADAP KUALITAS DIET DAN RISIKO TERJADINYA PERILAKU EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA
(1) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang
(2) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang
(3) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang
(*) Corresponding Author
Abstract
Intermittent fasting atau puasa intermiten merupakan salah satu metode diet yang saat ini banyak diterapkan oleh mahasiswa untuk mencapai berat badan ideal dan meningkatkan gaya hidup sehat dengan membatasi waktu makan pada periode tertentu. Intermittent fasting dikenal sebagai intervensi diet yang memiliki banyak manfaat, diantaranya memperbaiki metabolisme tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. Penerapan diet yang baik harus memperhatikan pola asupan nutrisi yang sesuai dengan rekomendasi gizi dalam mencegah terjadinya penyakit tidak menular dan gangguan perilaku makan. Pelaksanaan intermittent fasting yang tidak tepat dapat memengaruhi kualitas diet dan berpotensi memicu terjadinya perilaku emotional eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan intermittent fasting terhadap kualitas diet dan risiko terjadinya perilaku emotional eating pada mahasiswa. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan metode total sampling pada mahasiswa yang sedang menjalani intermittent fasting. Instrumen penelitian terdiri dari Kuesioner Durasi Penerapan Intermittent fasting, Diet Quality Questionnaire (DQQ), dan Emotional Eater Questionnaire (EEQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s correlation untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi penerapan IF dengan kualitas diet (p-value 0,277) maupun hubungan antara durasi intermittent fasting dengan risiko terjadinya emotional eating (p-value 0,548). Durasi penerapan intermittent fasting yang diterapkan bervariasi. Sebagian besar mahasiswa yang menerapkan IF berada dalam kategori kualitas diet yang baik dan sesuai dengan Global Detary Recommendation score, serta tingkat emotional eating yang berada dalam kategori ketiga, yaitu emotional eating. Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian longitudinal prospektif untuk memastikan hubungan sebab-akibat dan perubahan yang lebih kuat antar variabel.
Keywords
Emotional Eating; Intermittent Fasting; Kualitas Diet
Full Text:
PDFArticle Metrics
DOI: https://doi.org/10.31596/jcu.v15i2.2927
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Journal Indexed by:
Copyright of Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. ISSN: 2252-8865 (Print) dan 2598-4217 (Online).


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.




