PERBEDAAN POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI REMAJA DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI INDONESIA
(1) Universitas Indonesia
(2) Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author
Abstract
Remaja di Indonesia saat ini menghadapi tiga beban malnutrisi (triple burden of malnutrition), yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan defisiensi mikronutrien. Ketimpangan pola konsumsi dan status gizi antara remaja perkotaan dan pedesaan mencerminkan perbedaan sosial ekonomi, budaya, serta akses terhadap pangan bergizi. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis secara komprehensif temuan penelitian terkait pola makan, status gizi, serta faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Studi literatur dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui pencarian pada database Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Artikel yang disertakan harus memenuhi kriteria inklusi, yaitu membandingkan remaja perkotaan dan pedesaan di Indonesia dalam aspek pola makan dan status gizi, menggunakan desain penelitian kuantitatif seperti survei potong lintang atau pendekatan kualitatif, serta diterbitkan pada periode 2021–2025. Melalui proses seleksi, diperoleh 9 artikel dengan penelitian yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan di Jawa, Sumatra, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dengan ukuran sampel bervariasi, mulai dari 130 hingga lebih dari 155.000 responden. Artikel terpilih kemudian dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja di wilayah perkotaan memiliki asupan energi, lemak, dan gula yang lebih tinggi, serta lebih sering mengonsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman berpemanis. Pola konsumsi ini meningkatkan risiko terjadinya overweight dan obesitas. Sebaliknya, remaja di pedesaan lebih rentan mengalami kekurangan energi kronis, stunting, dan defisiensi mikronutrien akibat keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, rendahnya variasi konsumsi, dan pengetahuan gizi yang terbatas. Faktor sosioekonomi, budaya pangan, serta gaya hidup sedentari turut memperlebar ketimpangan gizi antarwilayah. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi gizi yang kontekstual dan multikomponen, mencakup edukasi gizi, peningkatan akses pangan bergizi, serta perbaikan lingkungan pangan. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat dasar kebijakan gizi remaja di Indonesia.
Keywords
Article Metrics
References
R. I. Oktaviani, R. A. Dina, E. Fajriah, and A. Zahra, “Pola Konsumsi Sayur dan Buah dan Status Gizi Remaja di Desa Babakan,” Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan, vol. 4, no. 2, pp. 19–24, 2023.
O. A. Anyanwu et al., “The Socio-Ecological Context of the Nutrition Transition in Indonesia: A Qualitative Investigation of Perspectives from Multi-Disciplinary Stakeholders,” Nutrients, vol. 15, no. 1, Jan. 2023, doi: 10.3390/nu15010025.
U. Baroroh, U. Latifah, and S. N. Hidayah, “Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Remaja Tentang Gizi Isi Piringku Sebagai Upaya Menurunkan Triple Burden Malnutrition,” JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), vol. 6, no. 5, Oct. 2022, doi: 10.31764/jmm.v6i5.10028.
UNICEF, “Meningkatkan Gizi Remaja Di Indonesia,” 2021.
Kementerian Kesehatan RI , “Dalam Angka Tim Penyusun Ski 2023 Dalam Angka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” 2023.
J. H. Rah, A. Melse-Boonstra, R. Agustina, K. G. van Zutphen, and K. Kraemer, “The Triple Burden of Malnutrition Among Adolescents in Indonesia,” Jun. 01, 2021, SAGE Publications Inc. doi: 10.1177/03795721211007114.
H. Status Sosial Ekonomi Keluarga dan Status Gizi Pada Anak Usia Dini di Desa Hasahatan Julu, I. Khairani Hasibuan, and U. Dini di Desa Hasahatan Julu, “Hubungan Status Sosial Ekonomi Keluarga dan Status Gizi Pada Anak,” Jurnal Raudhah, vol. 13, no. 1, 2025, [Online]. Available: http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/raudhah
E. Susilowati, H. Rachma, K. Khotimah, S. Bunayyah, and N. I. Zumara, “Analisis Kebutuhan Dan Pemenuhan Nutrisi Pada Anak Usia Dini Di Indonesia: Tantangan, Dampak, Dan Strategi Intervensi Dalam Pendidikan,” JURNAL MADINASIKA Manajemen Pendidikan dan Keguruan, vol. 6, no. 2, pp. 196–203, Jun. 2025, doi: 10.31949/madinasika.v6i2.14084.
M. Nurbadriyah et al., “Studi Komparatif Pola Makan dan Status Gizi Anak Usia Dini di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan Indonesia Kata kunci,” 2025, [Online]. Available: http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Y. Kachi, A. Abe, H. Eguchi, A. Inoue, and A. Tsutsumi, “Mothers’ nonstandard work schedules and adolescent obesity: a population-based cross-sectional study in the Tokyo metropolitan area,” BMC Public Health, vol. 21, no. 1, Dec. 2021, doi: 10.1186/s12889-021-10279-w.
R. Oktavani Banjarnahor et al., “Faktor-faktor risiko penyebab kelebihan berat badan dan obesitas pada anak dan remaja: Studi literatur Risk factors of overweight and obesity in childhood and adolescence: A literature review,” Tropical Public Health Journal Faculty of Public Health, 2022.
M. J. Page et al., “The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews,” Mar. 29, 2021, BMJ Publishing Group. doi: 10.1136/bmj.n71.
N. Wayan Arya Utami and L. Seri Ani, “Keragaman konsumsi pangan remaja putri di wilayah perdesaan dan perkotaan Provinsi Bali Dietary diversity among adolescent girls in rural and urban area of Bali Province,” 2024, doi: 10.30867/sago.v5i3.1744.
D. Briawan, A. Khomsan, E. Alfiah, Z. Nasution, and P. A. Putri, “Preference for and consumption of traditional and fast foods among adolescents in Indonesia,” Food Res, vol. 7, no. 4, pp. 211–226, Aug. 2023, doi: 10.26656/fr.2017.7(4).156.
C. Yulia, D. S. Rosdiana, M. Muktiarni, and D. R. Sari, “Reflections of well-being: navigating body image, chronic energy deficiency, and nutritional intake among urban and rural adolescents,” Front Nutr, vol. 11, 2024, doi: 10.3389/fnut.2024.1346929.
M. A. Rifqi, S. I. Puspikawati, W. Salisa, and M. N. U. Zaman, “Sweet Sweetened Beverages Intake and Sedentary Behavior Drive Overweight Trends: A Study of Urban and Rural Adolescents in East Java, Indonesia,” Amerta Nutrition, vol. 9, no. 1, pp. 34–44, Mar. 2025, doi: 10.20473/amnt.v9i1.2025.34-44.
D. Briawan, Z. Nasution, E. Alfiah, A. Khomsan, and P. A. Putri, “Preference and Consumption of Processed Food Products among Adolescents in 15 Provinces of Indonesia: An Explorative Study,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Institute of Physics, 2024. doi: 10.1088/1755-1315/1359/1/012132.
R. S. Dewi, C. M. Dwiriani, and A. Khomsan, “Nutritional knowledge, diet quality and nutritional status of school-going adolescents in rural and urban areas in West Aceh,” AcTion: Aceh Nutrition Journal, vol. 9, no. 2, p. 297, Jun. 2024, doi: 10.30867/action.v9i2.1723.
F. P. Oceani, I. Tanziha, and D. Martianto, “Urban vs. Rural: food choice analysis and its association with nutritional status and academic achievement among adolescents,” AcTion: Aceh Nutrition Journal, vol. 10, no. 3, p. 661, Sep. 2025, doi: 10.30867/action.v10i3.2571.
L. P. Hariyanti, R. P. Febrinasari, and Y. Sari, “The relationship between nutritional intake with the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) of teenagers in urban and rural areas,” Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), vol. 13, no. 4, p. 296, Jul. 2025, doi: 10.21927/ijnd.2025.13(4).296-303.
A. Roshita et al., “A Qualitative Inquiry into the Eating Behavior and Physical Activity of Adolescent Girls and Boys in Indonesia,” Food Nutr Bull, vol. 42, no. 1_suppl, pp. S122–S131, Jun. 2021, doi: 10.1177/0379572121990948.
DOI: https://doi.org/10.31596/jkm.v13i3.2939
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Journal Indexed by:

Copyright of JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama. ISSN: 2338-6347 (Print) dan 2580-992X (Online).


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License. View My Stats


